Salam super!
Tadinya mau pake kata-kata "Dear diary", tapi takut kesannya jadi kaya dosen-telat-puber-yang-kuper, mending dibandingin sama om2 botak yang suka nongol di Me**o TV sambil bawa2 tablet PC. Hehehehe... *jadi keliatan jauh lebih muda*
Udah lama ga nulis renungan tentang refleksi diri lagi. Dulu sering banget posting di blog, tapi setahun terakhir ini lebih nyaman bercerita dengan mulut. Ya, aku ga jago nulis sesuatu yang menarik.. Sampai pada suatu ketika, aku merasa punya bakat menulis dengan menarik. *PeDe banget??* Nah, semoga apa yang aku torehkan via notes ini menjadi perenungan bagi kita semua.
Garis besarnya adalah mengenai putus cinta.
Buat yang belum tau mau takasih tau bahwa aku udah jomblo sejak Maret lalu.
Karena setelah diselidiki, masih banyak juga yang ga tau dan menanyakan dengan sadisnya: "Deddy, gimana kabarnya ma itu? Tambah mesra ya?" Palingan cuma kubales dengan ketawa garing: "Ha ha ha ha.."
Atau ada juga yang malu2 bertanya begini via sms:
X: "ehm, ko, boleh tny?"
me: "gpp, tny aj. :)"
X: "tp ko deddy jgn marah ya.."
me: "iya iya gpp. Apaan?"
X: "ini aku denger dari temen sih..."
me: "iya, apa?" (udah mulai sebel, ni orang niat tanya ato ga)
X: "kok balesnya gitu doang? marah y? beneran jgn marah y ko..."
...hening... (jeda 10 menit gara2 kebelet pup)
me: "iya2 gpp.. Mau tanya apa?" (di ambang batas kesabaran)
X: "mmmm... ga jadi deh!"
KREK! (bunyi urat saraf putus)
Ya, ga segitunya sih, tapi intinya cuman tanya apakah benar hubunganku dengan Nini (nama samaran) udah berakhir.. dan jawabnya, ya! Sudah..
Yup, aku dapat pengalaman baru dalam yang namanya putus cinta..
Poin pertama yang sering ditanyakan oleh orang lain yang perhatian sama aku (baca: orang yang udah nyaris stres gara2 ngliat aku nangis muter2 gara2 putus cinta.) adalah: "Mengapa kok putus?".
Hmmm... Orang selalu menaruh rasa penasaran dengan alasan seseorang mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya. Betul?
Beda kalo ada orang yang baru jadian ato married, ga mungkin ditanya: "Mengapa kok jadian?"
*setelah aku 15 menit memikirkan kemungkinan jawaban untuk pertanyaan itu, kok ga ketemu-ketemu ya? Ada ide? kenapa Anda jadian?*
Alasan sepasang kekasih mengakhiri hubungan mereka bisa bermacam-macam, dan salah satu yang menjadi alasan kami adalah ketidakcocokan.
Ada satu pertanyaan temanku yang menggelitik: "emang kerasa gak cocoknya baru aja? udah 4 tahun kan?". Ya sebetulnya kerasa sejak 2 tahun lalu juga sih, cuma kami adalah dua orang manusia idealis yang masih dapat berkomitmen untuk menjembatani perbedaan dan ketidakcocokan itu dengan kata TOLERANSI.
Pikir kami, demi kebaikan masa depan kami, kami sudahi hubungan ini.. Bukan karena bosan, bukan karena percekcokan, tapi karena kami perlu melihat dunia luar (emang selama ini dikurung dimana?) dimana mungkin kami bukanlah "the destined pair" (ndak bener bahasaku?) dan akan menemukan seseorang yang tepat di luar sana. :)
Poin kedua yang menarik dan pasti ditanyakan adalah: "Gak krasa sia2 pa? kan udah 4,5 tahun.." Nah, yang menarik juga, mengapa keputusan putus itu seakan-akan menjadi keputusan yang membuat 4,5 tahun hubungan itu jadi sia2..
Apa yang menyebabkan itu menjadi sia2?
Apakah Spanyol akan juara Piala Dunia? Go go go Spain!!!
*ya, aku tau kalo ga nyambung. Sori, sering disorientasi ingatan*
Sia2 ato tidak, dapat dilihat dari apa yang didapat selama berhubungan itu.. Bagi kami, 4,5 tahun itu adalah masa2 yang patut dikenang dan memberikan banyak pelajaran bagi kami.
Banyak hikmat dari hubungan tersebut yg membuat kami mengerti seperti apakah kami dan bagaimana pasangan yang cocok bagi kami.
Banyak yang bilang begini saat putus ma pacarnya: "Udah, kulupain aja.. Kan udah berlalu..", sembari mengembalikan/membuang/membakar/menjual barang-barang pemberian ex-pacarnya itu.. Alasannya sih simpel: "Nanti kalo ga dibuang jadi keinget terus ma orangnya.".
Buat kami, kenapa harus dibuang? kenapa harus dikembalikan? *Itu belinya pake duit. Mahal!*
Satu hal yang kami yakini bersama: kenangan buruk boleh dibuang, tapi kenangan baik harus dijaga dan diingat2.
Tau gA sich? AkYu maCih nyimpen suRat2 wAktu pacAran mOnyeT mAsa SMP dUlu looOocH..!!!! *baca sambil pake gaya bencong amerika alay kebelet pipis*
jujur, pas bener2 nyoba mbayangin apa yang aku tulis barusan, aku ngekek. suer ngekek! ga pecaya??? ayo dong ngekek!!
Ehm, back to topic, ya, aku masih nyimpen berbagai memento (peninggalan) dari masa lalu percintaanku. Baik yang cinta monyet jaman SD, sampe cinta gorila jaman kuliah. *terlihat rantai evolusi antara monyet dan gorila*
Hei, it's nice feeling saat ngliat kembali memento2 itu n keinget berbagai kenangan dari masa lalu muncul lagi. Perasaannya campur aduk: geli-seneng-haru-sedikit sedih-laper-ngantuk *lho!?*
Pokoknya, nice feeling mengingat semua itu lagi.. Nostalgic banget. :)
So, jujur aja masih ga ngerti kenapa orang suka buang2 pemberian orang lain.. beuh, kasi aku aja sini.. Hohohoho....
Kalo Anda patah hati dan berniat membuang peninggalan2 dari pacar Anda, silahkan hubungi saya via e-mail, hp, atau facebook. Hehehehe... *perhatian, ini serius*
Terus, request dari orang-orang yang udah tanya ini (baca: orang2 yang lagi belajar bijaksana n menjadi filsuf), pasti: "ya udah gpp, jangan musuhan ya.. tetep temanan kan?".
Nah, mengapa musti ada kata2 seperti itu? karena rata2 pasangan yang putus pasti malah musuhan. Ya, kalo dipikir2, kenapa coba? Kan intinya ada masalah sehingga ga bisa dilanjut. Kenapa malah harus menjauh dan musuh2an?
Btw, tolong jangan digeneralisasi, aku udah bilang, ini "Rata2". Bukan semuanya.. :)
Ya, aku emang pernah ngalami bagaimana hubungan ga enak setelah putus cinta.. Waktu ketemu dan berpapasan, dari jauh dia udah melengos pegi. Trus waktu aku sms ato telp, tingkahnya kaya disms n ditelpon debt collector.. (ada yang ga tau debt collector? itu artinya tukang sedot jamban. hehehe..)
Well, kalo ditanya sekarang, aku akan jawab: "I'm fine.. I'm really fine." Aku merasa baik-baik, sehat, gemuk, dan menikmati masa-masa menjadi seorang jomblo yang sudah diimunisasi campak dan bebas rabies.. :3
Menikmati kembali masa-masa jatuh cinta, merasakan unrequited love lagi, merasakan naik-turunnya mood secara tiba2 gara2 perasaan cinta. Hehehe..
Jadi tiba2 keingat masa lalu waktu ngejar cewe bernama Miyabi (nama samaran) pas masa kuliah.
Semuanya berjalan lancar sampe suatu saat, miyabi ga mau lagi dianter pulang, ga mau deket2, ma didolani juga ga ngeh gitu. Hmmm... pertanda bahwa cewe ini menghindar karena ga suka dikejar ma singa laut jatuh cinta.. Lalu, layaknya cowo pengecut, maka aku memutuskan ga mengejar miyabi lagi.
*bukan, bukan karena miyabi bau kotoran babi*
3 tahun berlalu sejak saat itu dan kami sama2 sudah punya pacar. Dan disitulah aku sedang main kerumahnya..
Masuklah kami dalam suatu obrolan:
Deddy : "eh, inget gak, dulu aku pernah ngejar kamu. Sadar ga sih?"
Miyabi : "Ya tau lha.. Tapi kamu terus ga serius ta?"
Dz : "ga serius piye?"
Miyabi : "Lha baru sebentar ngejar udah ga jadi"
Dzedzdzy : "Loh, kamu menghindar sih.. kan berarti ga mau.."
Miyabi : "Lha kalo niat ngejar kan kalo cewe-e menghindar harusnya tetep ngejar."
...hening...
WHAT THE DUCK!!!!!!! Ternyata sebetulnya dia mau ma aku! Menghindar itu cuman dia ngetes aku apakah aku niat ato nggak... KAM*R*T!!! *Menjerit sambil guling-guling*
Nasi sudah menjadi lubang dubur... Miyabi dan aku sama-sama sudah menjalin cinta masing-masing..
Nah, disinilah aku, sendirian menulis notes bodoh ini dan ketawa2 sendiri saat mengingat lagi masa-masa lalu dari cerita yang aku tuliskan disini.. Semoga jadi penghibur dan penginspirasi bagi teman-teman semua.
Yang tetap aku percaya adalah: Pengalaman pribadi kita kadang bisa jadi berkat untuk orang lain.
Sampai jumpa, tetap sehat, tetap semangat buat nonton Piala Dunia! Go go go Spain!!! XD
God Bless... :)
Cerita-cerita menyenangkan, lucu, menyegarkan, dan berbegai wejangan dari seorang dosen (ab)normal, mahasiswa S2 (pemalas), dan pelayan Tuhan yang (kurang) sempurna. Enjoy it!
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts
Friday, July 02, 2010
Tuesday, April 21, 2009
Sudah lama gak post... Post tentang Cinta ahhh...
Aku selalu merasa bersalah kalau ingat punya blog.Wkwkwkwkwk...
Udah 2 bulan lebih vakum ga nulis apa2... Bingung juga mau nulis apa'an...
Ada beberapa yang harus tatulis n takerjain, meskipun aku sudah lulus. (Ya, aku dah lulus.... Tinggal nunggu kapan wisuda ajah besok Juni.)
Aku berencana menulis beberapa hal di bawah ini:
- Perlengkapan Rohani
- Film FIREPROOF (Ni film keren banget.. two thumbs up!!!!)
Tapi, yang sekarang tatulis adalah suatu pengalaman saat menjelang pendadaran skripsi kemaren... Sungguh luar biasa kalau saat itu hubunganku ma pacarku(nana) justru diijinkan oleh Tuhan mengalami goncangam hebat, dan itu terjadi gak lebih dari 36 jam sebelum pendadaran. Trus, apakah sekarang masalahnya udah selesai??? Jawabnya sudah... :)
Waktu itu kita melewati masa yang cukup sulit karena kita berdua menyadari ada hal yang tidak cocok di antara kita dan sulit untuk mempertahankan hubungan kita lagi. Aku dan nana sama2 sudah hampir menyerah, dan aku sudah memikirkan bagaimana hidup tanpa nana yang sudah 3 tahun dan 8 bulan bersama. Fuhh... Terasa sedih n nyaris aja nangis.. (Dah lama banget ga nangis..Melankolisku nyaris ilang nih.. Hehehe)
Singkat cerita, hubungan kami 2 minggu setelah pendadaran tak lebih baik dari sebelum2nya. Kami bertambah sensitif dan mudah marah akan satu masalah yang kecil sekalipun. Bahkan jujur aja, rasa cintaku sedikit memudar dan mulai berpikir bahwa ada cewek yang lebih baik dari nana. Aku juga merasa aku sudah berikan apa yang terbaik, tapi tidak dengan Nana..
Aku merasa hanya aku yang cukup berjuang untuk hubungan kami...
Tapi, aku bertahan.. Aku tahu hubungan ini masih bisa diselamatkan dari kebakaran...
Memang kami belum menikah.. Tapi aku teringat bahwa suatu saat nanti kami akan menikah, dan aku ingat janji yang akan diucapkan dalam pernikahan:
"Tetap bersama dalam suka dan duka, sakit dan senang, miskin dan kaya,dll."
Ya, kelak kami akan menikah, dan ada baiknya aku memulai janji pernikahan tersebut dalam hubungan kami sekarang. Aku akan bersamanya dalam suka duka, sakit, senang, miskin, kaya,dll. Cieee....
(Ya, kalo baru 4 tahun aja udah nyerah, gimana dengan pernikahan yang memakan sisa usia kita nantinya??)
Kami sementara ini bertahan dalam situasi sulit ini karena meyakini bahwa Tuhan masih merestui hubungan ini dan bahwa kami bisa mengatasi segala kesulitan ini berdua.. Eh, bertiga... :)
Nah, satu hal yang baru saja kemaren aku pelajari tentang hubungan kami (dan aku yakin ini asalnya dari Tuhan) adalah:
Aku gak perlu memikirkan apakah Nana pantas aku cintai sedalam itu... Kenapa? Yesus sudah mencintaiku tanpa memikirkan apakah aku pantas atau tidak. Dia mencintaiku yang kotor dengan lumpur dosa ini. Yang paling penting adalah, Dia tidak harap imbalan apapun dari cinta-Nya padaku. Meski aku ini sering berpaling dan menyakiti-Nya, meskipun aku menyangkal-Nya, meskipun aku melupakan-Nya dan menolak-Nya, Dia tetap setia.
"Cinta tetap harus diberikan, baik orang itu layak mendapatkannya atau tidak"
"Cinta tidak mengharap imbalan apapun. Cinta hanya memberi"
Aku gak nyangka, udah hampir 4 tahun pacaran, aku dikuliahi tentang cinta macam gini... Tapi aku bersyukur kalo aku tahu tentang 2 hal di atas. Aku berharap aku bisa mencintai Nana sebagai kekasihku lebih lagi n gak berharap imbalan apapun karena CInta itu memberi...
GBU all.
NB:
Aku pelajari itu semua dari film FIREPROFF... :) Great Movie!
Udah 2 bulan lebih vakum ga nulis apa2... Bingung juga mau nulis apa'an...
Ada beberapa yang harus tatulis n takerjain, meskipun aku sudah lulus. (Ya, aku dah lulus.... Tinggal nunggu kapan wisuda ajah besok Juni.)
Aku berencana menulis beberapa hal di bawah ini:
- Perlengkapan Rohani
- Film FIREPROOF (Ni film keren banget.. two thumbs up!!!!)
Tapi, yang sekarang tatulis adalah suatu pengalaman saat menjelang pendadaran skripsi kemaren... Sungguh luar biasa kalau saat itu hubunganku ma pacarku(nana) justru diijinkan oleh Tuhan mengalami goncangam hebat, dan itu terjadi gak lebih dari 36 jam sebelum pendadaran. Trus, apakah sekarang masalahnya udah selesai??? Jawabnya sudah... :)
Waktu itu kita melewati masa yang cukup sulit karena kita berdua menyadari ada hal yang tidak cocok di antara kita dan sulit untuk mempertahankan hubungan kita lagi. Aku dan nana sama2 sudah hampir menyerah, dan aku sudah memikirkan bagaimana hidup tanpa nana yang sudah 3 tahun dan 8 bulan bersama. Fuhh... Terasa sedih n nyaris aja nangis.. (Dah lama banget ga nangis..Melankolisku nyaris ilang nih.. Hehehe)
Singkat cerita, hubungan kami 2 minggu setelah pendadaran tak lebih baik dari sebelum2nya. Kami bertambah sensitif dan mudah marah akan satu masalah yang kecil sekalipun. Bahkan jujur aja, rasa cintaku sedikit memudar dan mulai berpikir bahwa ada cewek yang lebih baik dari nana. Aku juga merasa aku sudah berikan apa yang terbaik, tapi tidak dengan Nana..
Aku merasa hanya aku yang cukup berjuang untuk hubungan kami...
Tapi, aku bertahan.. Aku tahu hubungan ini masih bisa diselamatkan dari kebakaran...
Memang kami belum menikah.. Tapi aku teringat bahwa suatu saat nanti kami akan menikah, dan aku ingat janji yang akan diucapkan dalam pernikahan:
"Tetap bersama dalam suka dan duka, sakit dan senang, miskin dan kaya,dll."
Ya, kelak kami akan menikah, dan ada baiknya aku memulai janji pernikahan tersebut dalam hubungan kami sekarang. Aku akan bersamanya dalam suka duka, sakit, senang, miskin, kaya,dll. Cieee....
(Ya, kalo baru 4 tahun aja udah nyerah, gimana dengan pernikahan yang memakan sisa usia kita nantinya??)
Kami sementara ini bertahan dalam situasi sulit ini karena meyakini bahwa Tuhan masih merestui hubungan ini dan bahwa kami bisa mengatasi segala kesulitan ini berdua.. Eh, bertiga... :)
Nah, satu hal yang baru saja kemaren aku pelajari tentang hubungan kami (dan aku yakin ini asalnya dari Tuhan) adalah:
Aku gak perlu memikirkan apakah Nana pantas aku cintai sedalam itu... Kenapa? Yesus sudah mencintaiku tanpa memikirkan apakah aku pantas atau tidak. Dia mencintaiku yang kotor dengan lumpur dosa ini. Yang paling penting adalah, Dia tidak harap imbalan apapun dari cinta-Nya padaku. Meski aku ini sering berpaling dan menyakiti-Nya, meskipun aku menyangkal-Nya, meskipun aku melupakan-Nya dan menolak-Nya, Dia tetap setia.
"Cinta tetap harus diberikan, baik orang itu layak mendapatkannya atau tidak"
"Cinta tidak mengharap imbalan apapun. Cinta hanya memberi"
Aku gak nyangka, udah hampir 4 tahun pacaran, aku dikuliahi tentang cinta macam gini... Tapi aku bersyukur kalo aku tahu tentang 2 hal di atas. Aku berharap aku bisa mencintai Nana sebagai kekasihku lebih lagi n gak berharap imbalan apapun karena CInta itu memberi...
GBU all.
NB:
Aku pelajari itu semua dari film FIREPROFF... :) Great Movie!
Subscribe to:
Posts (Atom)